Jenis Bahan Kain Kebaya

Kebaya merupakan salah satu jenis pakaian yang biasanya digunakan untuk acara formal. Namun, seiring dengan berkembangnya dunia fashion, kebaya pun juga mengalami perkembangan. Entah dari segi model maupun bahan yang digunakan. Saat ini penggunaan kain untuk kebaya sangat bervariasi, sehingga semakin banyak pula model kebaya menarik yang bisa dihasilkan. Jika ingin membuat kebaya sendiri, tentunya kita harus mengetahui jenis kain apa saja yang cocok digunakan agar penampilanmu terlihat cantik dan menawan. Berikut ini terdapat beberapa jenis bahan kain yang cocok digunakan sebagai kebaya.

Kain Brokat

Kain brokat merupakan salah satu jenis bahan kain kebaya yang paling utama. Kain brokat biasanya digunakan oleh sebagian besar kaum wanita sebagai pemanis kebayanya, karena brokat memberikan kesan glamour dan manis bagi penggunanya. Pengguna kain ini pun juga sangat beragam dari anak anak, remaja, hingga dewasa. Jenis kain brokat saat ini sangatlah beragam. Hal tersebut semakin membuat para pecinta brokat mulai kebingungan. Dari harga terjangkau hingga cukup menguras kantong, dari model klasik hingga modern kini bisa ditemui di banyak toko kain yang menjual kain brokat ini. 

Jenis Kain Brokat

Terdapat beberapa jenis kain brokat yang biasa kita jumpai di toko kain, yaitu brokat Prancis, brokat Semi Prancis, dan brokat lokal.

  1. Brokat Prancis

Kain brokat Prancis atau biasa dikenal dengan sebutan French Lace. Brokat ini memiliki kualitas yang baik diantara brokat-brokat lainnya. Tidak heran jika brokat Prancis ini memiliki harga yang cukup menguras kantong. Namun, harga yang ditawarkan dengan kualitas brokat ini tidak perlu diragukan lagi. Brokat eksklusif ini memiliki karakteristik bahan yang super lembut, tidak panas, dan ketika menyentuh kulit tidak terasa gatal. Serta kelebihan utama dari brokat ini adalah bahan jatuh yang ketika dipakai akan menyesuaikan bentuk dan lekuk tubuh. Sehingga sangat cocok digunakan di berbagai bentuk tubuh.

  1. Brokat Semi Prancis

Kain brokat satu ini adalah versi tiruan dari brokat Prancis yang asli. Kualitas dari bahan kain brokat ini juga hampir mirip dengan yang asli. Hanya saja brokat semi Prancis ini sedikit lebih kaku. Brokat Semi Prancis ini biasanya digunakan sebagai alternatif brokat Prancis. Para designer juga lebih suka menggunakan kain jenis ini, karena brokat Semi Prancis tidak mudah rontok saat dijahit.

  1. Brokat Lokal

Dari beberapa jenis kain brokat di atas, kain brokat ini yang paling banyak ditemui di seluruh toko-toko kain. Selain mudah dijumpai, brokat ini juga memiliki harga yang sangat terjangkau. Brokat jenis ini kerap digunakan bridesmaids. Apabila ingin membeli brokat jenis ini pastikan untuk memilih warna dan motif yang tepat.

Kelebihan Kain Brokat

Berbicara soal kelebihan dari jenis kain brokat ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Mudah dijumpai di seluruh toko kain menjadikan salah satu kelebihan dari kain ini. Selain itu, brokat juga sangat cocok digunakan diberbagai kalangan. Motif dan warna pada jenis kain ini juga sangat bervariasi, sehingga memudahkan para penggunanya untuk mengkreasikan bentuk kebaya yang diinginkan. Jenis kain brokat saat ini tidak hanya digunakan pada saat acara formal saja, tetapi non formal pun kini bisa menggunakan kain brokat. 

Kekurangan Kain Brokat

Di balik kelebihan dari brokat, tak luput juga pada kekurangannya. Perlu diketahui juga bahwa brokat adalah jenis kain yang memiliki tekstur berpori dan relatif tipis. Jadi, apabila memiliki kulit yang sensitif akan terasa sedikit gatal jika kain menyentuh kulit secara langsung. Kekurangan lain dari jenis kain brokat ini adalah terdapat pada cara perawatannya. Mengingat bahwa kain brokat memiliki payet yang cukup banyak, sehingga apabila dicuci pada mesin cuci payet yang menempel akan terlepas. Selain itu apabila menjemur brokat di bawah terik matahari langsung, maka warna pada kain ini bisa cepat memudar. Tidak lupa juga pada saat menyetrika brokat disarankan untuk memakai temperatur rendah, karena apabila temperatur setrika terlalu tinggi kain akan cepat melar. 

Kain Katun

Katun merupakan bahan pakaian yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Kain katun sangat mudah dijumpai di berbagai toko di pasaran, sebab katun digunakan sebagai produk tekstil oleh berbagai industri pakaian. Katun juga merupakan jenis kain yang paling sering digunakan sebagai bahan untuk kebaya dari dulu hingga saat ini. Katun memiliki tekstur yang lembut dan tidak panas, dimana hal tersebut disukai oleh sebagian orang para pemakai kebaya. Kain katun juga sangat mudah untuk diaplikasikan. Bahannya yang mudah menyerap keringat ini sangat cocok digunakan untuk kebaya. 

Jenis Kain Katun

Ada banyak jenis kain katun yang dapat dijumpai di pasaran. Namun, sedikit jenis katun yang cocok digunakan sebagai bahan untuk pembuatan kebaya. Berikut ini adalah jenis-jenis kain katun yang cocok digunakan sebagai kebaya.

  1. Katun SIlk Sutra

Kain katun jenis ini merupakan salah satu jenis katun yang terbuat dari kepompong ulat sutera. Katun ini memiliki karakteristik yang lembut dan halus. Selain itu kain ini juga mengkilap, sehingga sangat cocok digunakan untuk gaun. Pengguna gaun dari bahan ini akan terkesan sangat mewah dan anggun. Katun silk sutra ini cenderung memiliki tekstur yang ringan. Hal tersebut sangat mempermudah dalam proses menjahit. 

  1. Katun Minyak

Kain katun jenis minyak sudah tidak asing lagi dijumpai di berbagai acara-acara pesta, dimana para wanita biasanya menggunakan kain ini sebagai kerudung. Kain ini identik dengan bahan yang mengkilap ketika dilihat secara sekilas. Selain nampak mengkilap, katun minyak juga mempunyai daya serap yang cukup baik. Jadi tidak perlu khawatir lagi apabila ingin mengkombinasikan dengan brokat untuk kebaya.

Kelebihan Kain Katun

Seperti yang diketahui bahwa kain katun ini tidak panas saat digunakan, bahan ini juga mampu menyerap keringat dengan sangat baik. Hal tersebut sangat diperlukan dalam pemilihan jenis bahan kain yang akan digunakan untuk kebaya. Katun juga sangat nyaman ketika digunakan serta terasa lembut jika bersentuhan dengan kulit secara langsung. Dapat dikatakan bahwa jenis kain katun ini sangat aman digunakan bagi siapapun. Katun juga memiliki karakteristik kuat dan tahan lama, sehingga untuk penggunaan jangka panjang kain ini sangat cocok digunakan.

Kekurangan Kain Katun

Di samping beberapa kelebihan di atas, terdapat pula kekurangan dari kain katun ini. Salah satunya adalah jika kain katun digunakan dan dicuci secara terus menerus maka katun akan menyusut. Untuk mengatasi masalah tersebut, usahakan pada saat mencuci jangan gunakan mesin cuci. Selain itu, kain katun cenderung mudah luntur. Hal tersebut karena katun berasal dari serat alami.

Kain Organdi atau Organza

Kain Organza memiliki karakteristik yang tipis dan lembut, namun lebih kaku daripada kain sifon, sedikit mirip kain taffeta namun lebih tebal. Organza memiliki tekstur yang lembut, berkilau, tapi bisa menahan bentuknya dan cocok untuk menimbulkan efek volume atau puffy. Tekstur dan warnanya memberi kesan mewah dan cocok untuk kebaya pesta atau kebaya pengantin. Jenis kain ini sangat tidak menyerap keringat dan lebih kaku dari kain katun. Namun banyak juga yang menjadikan kain organza sebagai kebaya karena menimbulkan kesan yang tidak kalah mewah dibandingkan dengan brokat. Kain organza biasanya tipis karena terbuat dari tenun sutra. Namun sekarang kain organza modern juga bisa dibuat dari serat filamen sintetik seperti polyester atau nylon. Kain organdi sering digunakan untuk pakaian pengantin dan busana malam.

Jenis Kain Organza

Terdapat beberapa jenis kain organza yang biasa digunakan sebagai kebaya, antara lain sebagai berikut.

  1. Kain Organza Deluxe Silk

Kain organza deluxe silk ini merupakan jenis kain yang mempunyai tekstur lembut. Oleh karena itu, kain ini sering digunakan sebagai bahan utama pembuatan dress atau gaun pesta.

  1. Kain Organza Standar

Kain ini sedikit lebih kaku dari jenis kain organza silk. Jenis kain organza ini yang sering digunakan sebagai bahan untuk membuat lapisan luar rok atau material jilbab.

Kelebihan Kain Organza

Kelebihan dari kain organza adalah kainnya yang terlihat mewah dan bahannya juga ringan, sehingga mudah untuk dijahit. Mudah dibentuk juga merupakan kelebihan dari kain organza. Tidak hanya itu, kain organza memiliki tekstur yang tidak mudah kusut. Sehingga tidak perlu terlalu sering untuk disetrika. Oleh karena itu, jenis kain ini sangat nyaman digunakan sebagai luaran. Biasanya kain organza juga dikombinasikan dengan jenis kain lainnya sebagai inner. Tak kalah pentingnya bahwa kain organza sangat mudah dikombinasikan dengan jenis bahan kain lainnya. Harga dari kain organza ini juga relatif cukup murah. Kain organza merupakan salah satu pilihan tepat yang dapat digunakan untuk bahan membuat kebaya. 

Kekurangan Kain Organza

Di samping itu, kekurang dari kain organza ini adalah bahannya yang mudah rusak. Oleh karena itu, dalam mencucinya sebaiknya mencuci secara manual agar tidak merusak serat kain. Serta pada waktu mencuci hendaknya jangan digosok, karena kain ini sangat mudah robek. Begitu pula pada saat menyetrikanya jangan gunakan suhu yang terlalu panas, karena karakteristik dari kain ini yang sangat tipis. Apabila mempunyai busana yang berbahan kain organza maka sebaiknya digantung saja. Karena organza adalah kain yang tidak mudah kusut.

Kain Satin

Kain satin adalah kain yang seringkali digunakan dalam dunia fashion untuk dijadikan salah satu pakaian yang menjadi brand-brand ternama. Kain satin ini juga memiliki keunikan tersendiri. Tekstur permukaan dari kain satin ini sangat halus, lembut dan tampak glossy. Sehingga ketika digunakan dalam bentuk pakaian pun akan terlihat menarik dan nyaman digunakan.

Jenis Kain Satin

  1. Kain Satin Bridal

Sesuai dengan sebutannya, ragam kain ini memiliki kualitas baik dan sering digunakan sebagai bahan dasar gaun atau pakaian mewah lainnya. Tampilan satin bridal akan memberi kesan elegan dan cocok sekali digunakan sebagai bahan pakaian acara-acara formal.

  1. Kain Satin Faconne

Kain tenun satin faconne memiliki karakter lebih halus lagi. Ciri khasnya ada pada motif yang akan terlihat ketikan kain tersorot oleh cahaya.

  1. Kain Satin Damask

Kain satin damask merupakan salah satu varian satin yang memiliki banyak pola menawan dan desain yang cukup rumit. Kain satin jenis ini banyak digemari banyak orang karena mampu memunculkan kesan yang indah dan elegan.

Kelebihan Kain satin

Kelebihan yang ditawarkan oleh kain satin adalah tampilannya. Karena dapat anda ketahui sendiri, bahwa tampilan kain satin ini terlihat mewah dan elegan dari kilauan benang yang digunakannya. Sehingga banyak orang yang berpakaian ke acara resmi dengan menggunakan bahan dasar satin ini, karena akan tampak stylish dan modis.

Kelemahan Kain Satin

Sifat kain satin yang licin, menjadi salah satu kekurangan dari bahan satin. Hal ini karena kain menjadi sulit untuk dijahit dan memerlukan ketelitian agar jahitan tetap rapi. Karena sifatnya yang glossy ini, kain satin sangat jarang digunakan sebagian besar orang untuk bahan dasar pakaian sehari-hari. Jenis kain ini lebih cocok untuk acara yang formal, pesta, ataupun pernikahan.

Kain Sifon

Kain sifon atau chiffon bisa dibuat dengan menggunakan sutra, katun, polyester, nilon ataupun rayon. Kain sifon bisa dan sering digunakan untuk gaun malam, rok, pakaian formal, blus, syal, dan piyama. Pada pakaian formal, kain sifon sering digunakan sebagai lapisan luar untuk menutupi kain dalam yang lebih padat sehingga dapat memberi efek ‘floating’ pada pakaian tersebut.

Jenis Kain Sifon

  1. Sifon Hycon

Kain sifon ini memiliki sifat yang ringan dan licin, sehingga agak susah dibentuk. Sifon hycon bagus saat dipakai untuk dress karena saat dipakai jatuhnya nge-flow atau kesannya jatuh sehingga nampak cantik.

  1. Sifon Sutra

Kain sifon sutra adalah kain sifon yang berasal dari benang sutra serta kerap dipakai untuk gaun pesta, gaun pengantin, gamis, kerudung, maupun scarf. Kain sifon sutra ini banyak disukai lantaran menawarkan kesan elegan, ringan, lembut, dan memiliki karakter ‘jatuh’, sehingga mudah mengikuti lekuk tubuh.

Kelebihan Kain Sifon

Bahan sifon memberikan kesan elegan bagi orang yang memakainya, sehingga cocok digunakan untuk menghadiri acara semi formal dan formal.

Kekurangan Kain Sifon

Sedangkan kekurangan dari kain ini adalah jenis kain ini tergolong licin, sehingga membutuhkan ketelitian dalam menjahitnya. Selain itu, bahan ini tidak cocok digunakan saat cuaca panas, karena buruk dalam hal penyerapan keringat dan cepat kusam.

Kain Taffeta

Taffeta merupakan sebuah kain tenun yang kaku, lembut dan tipis. Meskipun awalnya terbuat dari sutra, kain ini bisa dibuat dengan serat sintetis seperti rayon, nilon, asetat, atau polyester. Dalam beberapa tahun terakhir, taffeta yang terbuat dari serat sintetis lebih popular. Bahan ini sering digunakan dalam gaun pengantin, gaun pesta, dan dekorasi interior sebagai tirai atau pelapis dinding.

Jenis Kain Taffeta

  1. Kain Taffeta Silk

Kain Silk Taffeta adalah Kain yang banyak digunakan untuk pembuatan Gaun Pesta, Jas, gorden dll. Kain ini karakteristiknya mengkilap dan kaku sehingga terkesan mewah jika dipakai, apalagi dipercantik dengan bordiran atau sulam. Kain silk taffeta ini ada juga yang berbahan stretch/lentur.

Kelebihan Kain Taffeta

Taffeta merupakan Bahan gaun yang terkenal dengan khas dan tampak elegan. Kainnya terbuat dari sutra dan serat sintetis. Kemilau berkilau membuatnya menjadi salah satu favorit dan sangat cocok digunakan pada saat cuaca panas untuk gaun pengantin. Ini adalah kain, cocok untuk semua jenis siluet. Terutama gaun pesta dan gaun A-line dengan detail ruched atau draped, terlihat cantik di taffeta.

Kekurangan Kain Taffeta

Kekurangan yang ada pada kain ini adalah bahan kainnya lebih kaku dari kain biasanya, sehingga cukup rumit untuk menjahitnya. Disarankan untuk menggunakan jarum baru dan memegang kain dengan cukup erat agar kain tidak bergeser. 

Kain Tulle

Kini, kain tile, yang memiliki nama asli tulle ini, juga banyak digunakan untuk membuat pakaian wanita dewasa, seperti gaun, gamis pesta, juga kebaya. Kain tulle didefinisikan sebagai kain tipis, halus, dan berbentuk jaring-jaring yang dibuat menggunakan mesin dari bahan asetat, nilon, rayon, atau sutra. Lubang jaring kain tulle sangat halus, dengan tingkat kekakuan tergantung pada serat asalnya.

Jenis Kain Tulle

  1. Silk Tulle

Karena terbuat dari sutra, jenis pertama ini merupakan kain tulle yang paling halus dan lembut diantara jenis lainnya. Namun, sebagaimana kain-kain berbahan dasar benang sutra lainnya, tulle sutra jarang dijumpai dan harganya sangat mahal.

  1. Nylon Tulle

Tule dari serat nilon adalah jenis yang paling banyak dijumpai pada berbagai jenis pakaian karena harganya yang sangat terjangkau. Gaun dari bahan velvet akan makin cantik jika dipadukan dengan tulle nilon.

  1. Stretch Illusion Tulle

Sesuai namanya, kain ini bersifat stretch atau bisa diregangkan. Sifat stretch ini didapatkan dari serat yang digunakan sebagai campuran, yaitu spandeks atau elastane. Tulle stretch sangat cocok untuk membuat gaun.

Kelebihan Kain Tulle

Kelebihan yang ada pada jenis kain ini adalah memiliki bahan yang tipis dan ringan, serta mempunyai bentuk seperti jala dengan lubang-lubang kecil. Selain itu, kain tulle ini memiliki karakteristik yang tahan lama dan mudah dipadu padankan dengan berbagai jenis kain lainnya. 

Kekurangan Kain Tulle

Sedangkan kekurangan dari kain ini adalah tekstur kain yang cukup kasar dapat membuat kulit terasa gatal apabila kain ini langsung menyentuh kulit. Disarankan untuk mengaplikasikan kain tulle di atas kain yang memiliki tekstur lembut di kulit.

Kain Hoki

Kain Hoki atau yang biasa dikenal dengan sebutan prada oki merupakan salah satu favorit karena teksturnya yang lembut namun juga sangat tebal dan timbul. Tak heran, kain ini memiliki kesan mewah jika dijadikan baju. Di pasaran, harga kain oki menyentuh paling murah 150rb/meter, dan semakin besar bunganya, semakin mahal harganya. Prada oki dengan motif bunga yang kecil-kecil memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan prada oki dengan motif bunga besar. Semakin besar motif bunganya, semakin besar harganya.

Jenis Kain Hoki

Kain hoki ini sebenarnya mirip dengan kain brokat, hanya berbeda pada motif saja. Motif pada kain hoki cenderung pada motif berbentuk bunga dan ramai. 

Kelebihan Kain Hoki

Sama halnya dengan kain brokat, kelebihan yang dimiliki oleh kain hoki ini juga tidak jauh berbeda dengan kain brokat. Kain hoki juga sangat mudah dijumpai di hampir seluruh toko kain yang ada di pasaran. Selain itu, kain hoki juga memiliki karakteristik kain yang jatuh, sehingga ketika dipakai akan membentuk lekuk tubuh.

Kekurangan Kain Hoki

Akan tetapi, jenis kain bahan seperti hoki ini juga cukup sulit untuk dirawat. Karena apabila terlalu sering dicuci maka kain lama kelamaan akan melar. Selain itu, varian warna yang ada pada kain ini cenderung mencolok, sehingga harus lebih jeli untuk memilih warna yang sesuai dengan kebutuhan.