Bahan Kain untuk Celana

This image has an empty alt attribute; its file name is tLVbBsQ-uERIrsBXQ45uKBh_bYU_JBdrdne2k8bqD7jN_IUGXm3iMsJvNNy1h873iIAuuBSFr5UURytLplgB5P39CeUV-MEyNs8izFqH1ypgyhNs8pkkpvrGHVanoHbE6fBPlmWR

Salah satu komponen yang tak kalah pentingnya dalam dunia fashion adalah celana. Celana dalam dunia fashion juga ikut berkembang seiring berjalannya waktu. Dewasa ini, banyak sekali model celana yang up to date yang bisa Anda sesuaikan dengan gaya fashion Anda. Gaya yang disajikan dari beberapa model celana tentu mempunyai pengaruh pada jenis kain yang akan digunakan. Hal ini tentu akan menambah kenyamanan pemakainya.

Jenis Bahan Kain

Berikut ini terdapat beberapa jenis bahan kain yang nyaman dan cocok digunakan sebagai celana.

Kain Drill

Kain drill merupakan salah satu jenis kain yang banyak diproduksi berbagai macam konveksi. Kain jenis ini cenderung terlihat memiliki tekstur tersendiri. Kain drill biasa dijumpai dengan tekstur miring alias diagonal dengan pintalan dan jalinan yang kokoh. Biasanya kain jenis ini diolah dari material katun, namun beberapa diantaranya terbuat dari polyester. Kain drill yang mempunyai karakteristik tebal, kuat, sedikit kaku dan tidak elastis ini menjadi salah satu favorit untuk bahan celana. Kain drill sendiri merupakan kain yang dipintal dengan tekstur miring atau diagonal dan memiliki jalinan benang yang kuat. 

Kain Denim

Kain jenis Denim dibuat dengan menggunakan bahan Twill Weave atau sejenis tenun silang kepar. Dengan demikian, jenis bahan ini mampu menghasilkan garis diagonal yang merupakan ciri khas dari kain Denim secara umum. Kain Denim adalah jenis tekstil yang paling tahan lama dan kuat. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa awalnya kain Denim digunakan untuk pakaian pekerja tambang. Bahkan, saat ini kain Denim sangat banyak digemari karena benar-benar menawarkan produk yang tebal dan tahan lama. Bahan denim yang 100% denim penggunaan produk 100%  kain katun. Dan saat ini banyak beredar dipasaran bahan denim campuran, seperti spandek yang mempunyai kain yang elastis. Hasil tenunan dari kain denim adalah jenis tekstil yang paling tahan lama dan kuat. Dan hal ini lah membuat kain denim cocok digunakan untuk pembuatan celana.

Kain Kanvas

Kain kanvas merupakan jenis kain yang memiliki serat tebal serta sifatnya sangat kuat. Awalnya, kanvas lebih banyak digunakan untuk melukis. Namun seiring dengan perkembangan zaman, bahan ini semakin berkembang penggunaannya menjadi bahan dasar untuk tas, sepatu, jaket, bahkan berbagai macam aksesoris. Tak heran, karena kain kanvas ketebalannya sempurna untuk dimodifikasi. Kain kanvas merupakan kain yang memiliki serat tebal serta sangat kuat. Kain kanvas yang diaplikasikan dalam bentuk celana biasanya digunakan untuk kegiatan luar lapangan. Kain kanvas biasanya menggunakan bahan dari katun atau linen atau polyester namun tak perlu diragukan akan kekuatan dan daya tahannya yang sampai saat ini masih dipertahankan oleh produsen kain.

Kain Katun

Kain katun mempunyai material serat alami dengan karakter adem, menyerap air dengan baik, halus dan tentunya nyaman. Kain ini menjadi pilihan untuk pembuatan celana yang biasa digunakan untuk bersantai yang sangat bersahabat dengan negara tropis seperti Indonesia. 

Kain Jersey

Kain ini ada mulanya dibuat dari wol dan banyak digemari karena sifatnya yang bisa direnggangkan atau elastis. Tidak hanya dapat diregangkan, kain ini memiliki tekstur permukaan yang tak berbulu, lebih halus dan tebal ketimbang jenis kain spandek lainnya. Kain jersey biasa digunakan sebagai bahan celana untuk pakaian olahraga. Material dari kain jersey terbuat dari campuran katun dan kain sintetis. Karakter yang dimiliki kain ini adalah halus, tidak berbulu, elastis, dan lembut.

Kain Spandex

Kain spandek merupakan jenis kain yang terbuat dari serat buatan yang memiliki karakter bahan yang elastis atau mampu meregang. Kemampuan meregang pada kain spandex bisa mencapai 5 kali dari ukuran aslinya. Karakter dari kainnya sendiri tergolong kain yang melar atau elastis, sehingga sering disebut dengan elastane. Material dasar dari spandek sendiri yaitu polymer yang mengandung polyurethane atau material sintetis yang memiliki karakter kain yang sangat lentur. Oleh sebab itu, tidak heran kain ini memiliki kemampuan melebar hingga lima kali lipat ukuran normalnya. Meskipun memiliki sifat yang mirip dengan karet dalam hal kelenturannya, spandek ini ternyata lebih kuat dan daya tahannya lebih tinggi dibandingkan dengan karet.

Kain Ripstop

Kain ripstop merupakan kain yang terbuat dari material katun/semi katun/bahan sintetis, seperti nilon serat polyester. Kain ini ditenun dengan menggunakan teknik khusus untuk memperkuat ketahanan kain terhadap resiko robek. Dengan karakter kuat, ringan, tahan terhadap air dan tidak mudah robek, kain ini cocok digunakan untuk bahan pembuatan celana. Kain Ripstop merupakan kain tenun yang sering terbuat dari benang nilon, dalam penenunan menggunakan teknik memperkuat khusus yang membuat mereka tahan terhadap robek dan merobek. Kain ripstop tipis dan ringan memiliki struktur 3-dimensi karena benang tebal yang terjalin dengan kain tipis. Kain jenis Ripstop ini memiliki kelebihan dalam rasio kekuatan-to-weight yang menguntungkan dan bahwa air tidak dapat dengan mudah menyebar. Kain yang digunakan untuk membuat ripstop termasuk kapas, sutra, poliester, dan polypropylene, nylon dengan konten terbatas pada benang crosshatched yang membuatnya tahan air.