Inspirasi Model Mukena sebagai Busana Pelengkap Ibadah

Model mukena terbaru kini telah hadir sebagai pelengkap ibadah di bulan Ramadhan atau dikenakan saat hari lebaran nanti. Sebagai busana pelengkap shalat, terutama para wanita muslim Indonesia, mukena dengan model teranyarnya ini sangat diminati. Tak jarang sebagian di antara mereka beranggapan bahwa ketika beribadah hendaklah mengenakan busana yang pantas, cantik, dan indah. Begitu pula mukena yang akan dikenakan. Bukan hanya itu saja, mukena ini juga menjadi item fashion yang cukup populer di kalangan kaum wanita. Sehingga tak heran bila mukena yang dikenakan pun menyesuaikan dengan tren fashion saat ini. Mukena dengan model baru tidak hanya serta merta dijadikan busana pelengkap shalat saja, melainkan juga dapat menunjang kelancaran beribadah yang kita lakukan. Sebab, dengan model mukena terbaru ini pula, pastinya kenyamanan yang diberikan juga semakin maksimal. Bila anda sedang mencari mukena model baru, tak perlu bingung-bingung menemukannya. Pasalnya, sudah tersedia dengan sangat lengkap di pasaran, baik itu di toko-toko terdekat hingga situs online sekalipun. Harga yang ditawarkan pun juga murah dan terjangkau. Dengan begitu, budget lebaran anda dapat terpenuhi dengan baik.

Model Mukena yang Sedang Ramai Digandrungi

Mengingat begitu banyaknya pilihan model mukena terbaru, berikut ini kami berikan beberapa rekomendasi mukena yang sedang digandrungi oleh sebagian masyarakat untuk anda.

Mukena Model Arab

Di Arab Saudi umumnya mukena justru berwarna hitam tanpa adanya corak-corak warna yang menonjol seperti mukena di Indonesia. Bila Anda jenuh dengan motif bunga-bunga, bisa memilih mukena model Arab berwarna hitam dengan motif bunga-bunga warna senada ini.

Mukena Abaya

Model ini sangat cocok untuk Anda yang memang sudah berhijab. Sebab, model ini seperti dress panjang yang menutupi tubuh. Namun, tidak ada penutup kepalanya, sehingga pengguna perlu memakai jilbab lagi. Jadi, bila Anda pergi tarawih tidak perlu double menggunakan jilbab dan atasan mukena.

Mukena ‘Couple

Mukena kembar ini sangat menggemaskan bila Anda dan si kecil menggunakan mukena kompak saat tarawih nanti.

Mukena Batik

Bila Anda sedikit beda dan adem saat dipakai, model mukena berbahan batik yang satu ini cocok sekali untuk Anda pilih. Sebab, bahannya cenderung tidak panas digunakan dalam waktu yang lama.

Tips dalam Memilih Mukena

Supaya tetap nyaman dan konsentrasi dalam beribadah, ada kalanya kita harus memperhatikan beberapa poin-poin sebelum membeli mukena. Tips berikut ini bisa menjadi acuan untuk membantu memilih mukena terbaik dan ternyaman.

Perhatikan Bahan dan Kain Mukena

Pilih kain yang tidak transparan namun nyaman di kulit, seperti mukena katun jepang, rayon, dan sutra. Kain-kain tersebut membuat kulit adem, apalagi kita tinggal di negara tropis yang panas dan lembab. Selain itu, bahan yang tidak kaku dan tidak terlalu tebal sangat direkomendasikan. Pastikan bahan mampu menyerap keringat dengan baik dan memiliki sirkulasi udara yang mumpuni.

Perhatikan Motif Mukena

Seperti yang telah disinggung, saat ini kita ditawarkan berbagai macam pilihan motif yang bisa kita pilih sesuai keinginan. Motif bunga-bunga mungkin menjadi pilihan favorit. Selain cantik, motif tersebut mencerminkan feminitas bagi sang pemakai. Kendati demikian, lebih baik memilih mukena dengan motif yang tidak terlalu ramai. Kamu juga bisa menjatuhkan pilihan pada mukena bordir agar terlihat sederhana. Hal tersebut tentunya untuk menghindari kesan berlebihan dan prasangka orang lain terhadapmu.

Perhatikan Ukuran Mukena

Ukuran mukena yang pas tentunya akan membuat kita nyaman dan khusuk dalam beribadah. Pastikan mukena tidak kekecilan atau kebesaran yang akan memengaruhi pergerakan dan ketidaknyaman saat menjalankan solat. Jika kamu adalah orang yang praktis dan senang berpergian, mukena dengan bahan tipis akan lebih mudah untuk dilipat dan dibawa ke mana saja. Ukuran yang minim bisa kamu letakkan ke dalam tas yang kamu bawa.

Pertimbangkan Harga Mukena

Banyak yang bilang bahwa uang menentukan kualitas. Ya, bisa jadi pernyataan tersebut memang benar adanya. Namun, faktanya banyak mukena yang bukan dari brand terkenal dengan harga terjangkau masih tetap menawarkan kenyamanan dan keindahan. Jadi, jangan sampai membuang-buang uangmu dengan sia-sia. Ingatlah memiliki mukena mahal bukanlah tujuan, melainkan bagaimana keikhlasan kita beribadah di depan Allah SWT.

Cara Menghilangkan Noda pada Mukena

Mukena yang lembab bisa membuatnya berbau tak sedap. Penyebab mukena bau antara lain terlalu lama dipakai namun tidak  sering dicuci. Selain itu, memakai mukena saat wajah dan rambut  kita masih basah juga bisa membuat mukena lembap dan berbau, serta timbul jamur di permukaannya. Nah, untuk menghilangkan bau tak sedap dan membuatnya bersih kembali, cuci mukena dengan cara berikut ini, yuk!

Mengoleskan Deterjen Cair ke Bagian Noda

Cek bagian mukena yang memiliki noda paling parah, antara lain bagian dagu sampai jidat, yang biasanya terkena bedak atau sering kena air wudhu sehingga paling lembab. Oleskan deterjen cair ke area tersebut untuk menghilangkan noda kekuningannya, lalu kucek perlahan sampai nodanya memudar. Gunakan sitrun untuk menghilangkan noda yang lebih sulit dihilangkan.

Memakai Sitrun untuk Merontokkan Noda

Sitrun atau asam sitrat biasa digunakan sebagai pemberi rasa asam manis pada es buah yang bisa juga digunakan sebagai penjernih air dan perontok noda pada pakaian. Kalau mukena Anda ada noda kekuningan membandel, campurkan setengah bungkus sitrun pada air hangat yang digunakan untuk merendam, lalu biarkan beberapa jam. Ulangi pemakaian pada noda membandel sampai bersih.

Merendam dengan Deterjen dan Mengucek Hingga Bersih

Setelah menghilangkan nodanya denga air rendaman sitrun, cuci mukena seperti biasa dengan merendamnya dengan deterjen terlebih dahulu. Rendam mukena dalam air biasa atau air dingin dengan larutan sabun deterjen. Diamkan rendaman tersebut selama 30 menit, lalu kucek mukena dan bilas sampai bersih.

Gunakan Pelembut dan Pewangi Pakaian

Agar mukena bau jadi lebih wangi, tambahkan pelembut dan pewangi pakaian di akhir proses mencuci. Akan lebih baik pula bila pewangi pakaiannya mengandung bahan anti bakteri sehingga kain mukena lebih bersih. Rendam selama 30 menit setelah dibilas dari deterjen, lalu bilas kembali dan keringkan.

Gantung Mukena pada saat Menjemur dan Menyimpan

Setelah bersih, keringkan mukena dengan cara diangin-anginkan di bawah sinar matahari. Rapikan mukena dengan menyetrikanya jika diperlukan, dan simpan dengan cara digantung, bukan melipatnya setelah dipakai. Menggantung mukena membuatnya lebih cepat kering setelah dipakai karena terpapar udara segar, sehingga akan menghindari risiko timbulnya jamur dan bau apek.