Pilihan Bahan yang Cocok untuk Gamis

This image has an empty alt attribute; its file name is FJOcc_dZ4s3jfTmRaOxlPGsrsls_SRysQAe2QHscUdDBKNu6xozC7Oi5nmxJqQr8CqCax4tfnnWb8n3seKWeacWGWHoY_LuhsOeAD7ymBtWJtWubNqNch4r2yR7y-Ss31-xlAFlB

Gamis atau biasa diartikan sebagai pakaian wanita muslim ini mempunyai tempat khusus di hati para wanita. Sejenis baju model kurung yang dominan digunakan di Timur Tengah dan negara-negara Islam ini makin memiliki variasi yang beragam. Hal ini tidak hanya dilihat dari model yang diusungnya, namun juga dilihat dari sisi jenis bahan yang digunakan, karena hal ini lah yang sangat mempengaruhi harga dan tentunya kenyamanan dalam menggunakannya. Berikut ini terdapat beberapa pilihan bahan kain yang cocok untuk dijadikan sebagai gamis.

Kain Balotelli

Kain Balotelli adalah sejenis kain yang bahannya cukup tebal dengan tekstur yang sangat khas. Motif atau jenis kainnya membentuk kotak-kotak kecil yang bergaris. Adapun ciri khas yang dimiliki oleh jenis kain ini menjadikannya amat mudah dikenal dan dibedakan dengan jenis kain lainnya.

Jenis Kain Balotelli

Secara umum, ada tiga jenis grade mutu yang dimiliki oleh kain Balotelli.

  1. Balotelli Biasa

Jenis bahan ini mempunyai karakteristik yang cenderung sedikit kaku. Sehingga karena kaku tersebut, maka model kainnya kurang bisa jatuh. Balotelli jenis ini lebih cocok digunakan untuk membuat gamis kombinasi atau baju koko pria.

  1. Balotelli Grade A

Bahan balotelli grade A ini memiliki karakteristik sedang, artinya ia tidak terlalu unggul ataupun terlalu di bawah secara kualitas.

  1. Balotelli Grade A+

Untuk karakteristik dari kain ini memang halus, adem, jatuh dan juga lembut.

Karakteristik Kain Balotelli

Kain jenis Balotelli memiliki berbagai ciri dan karakteristik yang sangat istimewa. Karakteristik kain Kain jenis Balotelli yang pertama adalah ia memiliki bahan kain yang cenderung tidak terawang. Karakteristik jenis kain Balotelli yang selanjutnya adalah ia tidak melekat ke dalam tubuh saat digunakan. Sehingga, jenis kain ini tidak menampakkan lekuk tubuh jika dipakai. Karakteristik selanjutnya yang dimiliki oleh kain Balotelli adalah ia memiliki bahan yang halus dan sedikit tebal. Inilah yang menjadikan kain Balotelli banyak digunakan untuk rok, gamis dan juga hijab. Kain Balotelli adalah jenis kain yang ringan. Sekalipun dikatakan cukup tebal, namun jenis kain ini tetap ringan saat digunakan.

Kelemahan Kain Balotelli

Sekalipun menawarkan banyak kelebihan, jenis kain Balotelli ini juga memiliki banyak kekurangan. Berikut ini adalah beberapa kekurangan dari bahan Balotelli secara umum. Kain balotelli mempunyai struktur yang sedikit kasar. Kain Balotelli dengan grade yang paling bawah terkadang terasa panas saat digunakan. Hal ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan tersendiri. Kain jenis Balotelli terkadang terasa kaku saat digunakan. Kain in juga memiliki sifat yang jatuh saat dikenakan, akan tetapi sifat yang dimiliki tersebut tidak sebaik kain wolfis.

Kain Crepe

Kain crepe merupakan jenis kain yang bersifat lentur, fleksibel, tidak kaku, namun memiliki permukaan yang bertekstur seperti butiran-butiran kerikil. Bahan ini juga tebal sehingga saat digunakan tidak menerawang cocok sekali bagi yang menyukai fashion dengan bahan yang tebal terutama bagi hijabers.

Jenis Kain Crepe

Berdasarkan jenis bahan pembuatannya, kain crepe dibagi menjadi beberapa jenis seperti berikut ini:

  1. Wool Crepe

Jenis kain ini bisa disebut cukup tahan air sehingga tidak terlalu cepat basah jika terkena air hujan. Bahan ini juga sangat cocok digunakan di musim dingin, tahan terhadap api, dan juga bisa menahan air tanpa merasakan basah.

  1. Crepe de Chine

Crepe de Chine adalah jenis kain crepe yang bahan dasar atau serat kainnya terbuat dari sutra dan warna yang dihasilkan tidak berkilauan. Jenis crepe de Chine ini sangat cocok untuk dibuat menjadi dress mewah nan elegan. 

  1. Crepe Georgette

Merupakan jenis kain yang cukup tipis dan transparan, warnanya tidak berkilauan, sangat lentur dan juga dingin. Crepe Georgette banyak digunakan sebagai dalaman atau untuk membuat fashion atasan saja. Jenis kain crepe ini lebih terlihat seperti kain sifon karena transparan.

  1. Crepe Marocain

Jenis bahan kain crepe Marocain merupakan bahan yang mempunyai tekstur berat, bahan asalnya adalah sutra, terkadang juga dicampur dengan rayon atau dengan wol. Kain crepe Marocain menghasilkan karakter bergelombang dengan tekstur garis-garis.

  1. Bubble Crepe

Bahan bubble crepe ini tidak berkilau namun juga terlihat cukup buram. Salah satu keunggulan jenis kain bubble crepe ini adalah bahannya yang tidak mudah kusut sehingga menyetrika nya juga cukup gampang.

Karakteristik Kain Crepe

Kain crepe memiliki karakteristik serat yang rapi, kokoh, dan kuat. Ketika ditarik serat kain tersebut tidak mudah terlepas atau menjadi berkerut. Kain crepe yang berkualitas pun tidak akan pudar ketika dicuci menggunakan cara manual atau menggunakan mesin cuci. Kain crepe yang berkualitas juga tidak terkena noda dari pemrosesan pembuatan kain tersebut sehingga warnanya mulus tidak ada satu titik noda sekalipun.

Kelemahan Kain Crepe

Meski memiliki banyak kelebihan, bahan kain crepe juga memiliki kekurangan tertentu, diantaranya serat kainnya mudah rusak jika terkena pancaran matahari terutama jika terbuat dari bahan campuran sutera. Selain itu untuk kain wool crepe memiliki kain yang berat sehingga saat di cuci pengeringannya membutuhkan waktu yang lama terutama di musim penghujan. Tekstur crepe yang seperti kerikil ini membuat permukaan kulit akan terasa risih saat menggunakannya.

Kain Jersey

Kain jersey adalah jenis kain rajut yang dibuat dari kombinasi bahan sintetis dan bahan katun. Kain jersey berasal dari suatu daerah bernama Pulau Jersey yang ada di antara negara Prancis dan Inggris.

Jenis Kain Jersey

  1. Spandek Jersey

Kain spandek jersey juga dikenal sebagai spandek jersey korea. Kain ini memiliki karakteristik khusus seperti permukaan kain yang keset dan serat yang halus.

  1. Jersey Stella

Kualitas dari kain ini satu grade di bawah spandek ITY dengan tekstur yang lembut saat disentuh.Bahan jersey stella juga tidak mengkilap serta tekstur sedikit licin ketimbang bahan ITY.

  1. Jersey Hight Twist

Jenis jersey satu ini merupakan jersey yang sangat kaya warna. Bahkan pilihan warnanya yang tersedia di pasaran mencapai tiga puluhan warna. Harga kain ini juga sangat terjangkau dengan rajutan kain rapi sehingga termasuk salah satu kain yang banyak digunakan di pasaran.

  1. Jersey Rayon

Kain rayon jersey umumnya  digunakan sebagai bahan dasar gamis karena teksturnya yang lembut dan mudah menyerap keringat.

Karakteristik Kain Jersey

Karakteristik bahan jersey ini sangat mudah dikenali, salah satunya adalah dapat merenggang, karena sifatnya yang sangat elastis dan fleksibel. Selain itu, bahan ini juga memiliki tekstur kain yang sangat dingin ketika digunakan. 

Kelemahan Kain Jersey

Tak luput dari beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh bahan jenis jersey ini, terdapat pula kelemahan dari penggunaan bahan jenis ini. Pakaian dari bahan jersey bisa dibilang benar-benar pakaian anti-setrika alias tidak perlu terlalu sering disetrika. Pasalnya, tidak hanya kain jersey ini tidak mudah kusut, namun ketika terlalu sering disetrika justru membuatnya mudah rusak.

Kain Chiffon

Kain chiffon sangat tipis dan agak transparan karena kelihatan jarang-jarang serat kainnya. Umumnya dipakai untuk gaun malam, blus, syal, dan pakaian dalam. Kain chiffon sangat susah untuk dijahit karena karakternya yang tipis dan licin.

Jenis Kain Chiffon

  1. Silk Chiffon

Silk Chiffon, terbuat dari benang sutra, merupakan jenis sifon yang paling sering dipakai untuk gaun pesta, gaun pengantin, juga kerudung atau juga syal. Bahan ini sangat elegan, penampilannya ringan, lembut, dan luwes dalam mengikuti gerak tubuh.

  1. Poly Chiffon

Poly Chiffon, terbuat dari serat polyester atau rayon. Polyester mempunyai kekuatan yang lebih baik dari serat sutra dan harganya juga lebih murah.

  1. Blend Chiffon

Blend Chiffon, terbuat dari tenunan serat campuran antara sutra dan poliester. Keberadaannya menjadi solusi kombinasi yang sering dipakai para perancang untuk berkreasi lebih luas lagi. Perpaduan silk chiffon dan poly chiffon menghasilkan sifat kain yang lebih elastis, lebih kuat, dan berkilau meskipun tidak seindah kilau sifon sutra.

Karakteristik Kain Chiffon

Kain chiffon (sifon) bisa dibuat dengan menggunakan katun, sutra, nilon, rayon, ataupun polyester. Kata ‘chiffon’ sebenarnya adalah kata untuk mendeskripsikan cara atau metode yang digunakan untuk membuat jenis kain ini. Sifon atau bahasa Inggrisnya chiffon adalah kain yang tipis, transparan, dan ringan, yang ditenun dengan pola pattern yang seragam.

Kelemahan Kain Chiffon

Kelemahan dari kain chiffon ini adalah, harus berhati-hati dalam perawatannya. Karena apabila kain jenis ini disetrika dengan suhu yang tinggi bisa memungkinkan untuk merusak pakaian.

Kain Woolpeach (Wolfis)

Bahan Wolfis adalah salah satu jenis bahan kain yang terbuat dari campuran kain sutra, katun dan tambahan serat sintetis. Biasanya bahan wolfis ini memiliki ketebalan dibawahnya bahan jersey sehingga relatif lebih ringan dan tipis. Meskipun demikian, kain wool peach memiliki kelebihan tidak tembus pandang.

Jenis Kain Woolpeach (Wolfis)

Pada dasarnya kain wolfis yang ada di pasaran hanya memiliki satu jenis saja. Akan tetapi, kain wolfis ini memiliki berbagai macam varian warna dan ketebalan yang berbeda-beda. Tetapi tetap masuk ke dalam satu jenis kain saja.

Karakteristik Kain Woolpeach (Wolfis)

Bahan kain yang sering digunakan untuk membuat busana muslim ataupun muslimah ini ternyata memiliki karakteristik yang istimewa dan tidak dimiliki oleh bahan kain pada umumnya. Bahan wolfis mudah disetrika, akan tetapi harus tetap berhati-hati dan atur setrika agar tidak terlalu panas karena bahan wolfis tidak tahan panas.

Kelemahan Kain Woolpeach (Wolfis)

Bahan kain wolfis terdiri dari berbagai jenis kualitas dan tingkat ketebalan yang berbeda-beda. Mulai dari bahan kain yang tebal hingga bahan kain yang tipis hampir transparan. Sehingga kita harus cukup jeli untuk membedakannya ketika hendak membeli.

Kain Ceruti

Kain ceruti merupakan turunan dari kain sifon, yaitu kain yang sudah populer sejak abad ke 19. Namun ceruti memiliki ciri khusus sehingga sangat berbeda dengan kain sifon.

Jenis Kain Ceruti

  1. Ceruti Premium

Ceruti Premium memiliki serat yang halus dan halus ketika di pegang. Kain yang sering dibuat gamis dan jilbab ini tidak rusak ketika dijahit.

  1. Ceruti Baby Doll

Ceruti Baby Doll memiliki ciri khas tidak gampang kusut dan lentur dan sangat nyaman ketika dipakai. Kain yang sulit menyerap keringat ini memiliki kelebihan sangat lembut dan tidak mengkilap.

  1. Ceruti Diamond

Ceruti Diamond cenderung ringan dan mudah dikreasikan, namun sedikit melar, adem dan tidak licin.

Karakteristik Kain Ceruti

Ciri-ciri khusus kain ceruti diantaranya memiliki permukaan seperti kulit jeruk, meskipun permukaan yang seperti kulit jeruk, kain ceruti akan terasa halus jika diraba. Ciri berikutnya adalah kain terdapat serat yang bergelombang, gelombang seperti awan atau kabut akan tampak jelas ketika kain diterawang. Ciri ketiga, kain ceruti berasal dari bahan yang lembut dan cenderung elastis sehingga nyaman ketika dipakai dan kain gampang sekali dikreasikan atau dibentuk. Kemudian ciri yang terakhir, kain ceruti memiliki masa sedikit berat sehingga kain jatuh.

Kelemahan Kain Ceruti

Kelemahan dari kain ceruti itu sendiri adalah bahan yang gampang terbawa angin. Selain itu, mudah mengkerut apabila terlalu sering disetrika. Apabila dikenakan sebagai gamis, hendaknya dilapisi dengan kain jenis lain agar tidak terlalu transparan ketika dikenakan.

Kain Katun Ima

Kain ima adalah salah satu kain berbahan dasar cotton “katun” berkualitas tinggi yang awalnya diproduksi di Jepang. Jika dilihat secara kasat mata katun ini memiliki tampilan agak licin dan terlihat serat yang saling silang pada permukaan kain.

Jenis Kain Katun Ima

  1. Katun Ima Slub

Kain ima slub adalah katun ima yang yang memiliki ciri serat yang bergaris saling silang yang sangat jelas terlihat hampir seperti katun linen namun lebih halus. Katun ima slub paling banyak dipasaran sebagai bahan hijab non instan karena memiliki tekstur serat yang unik.

  1. Katun Ima Polos

Katun ima polos lebih sering digunakan untuk bahan busana selain jilbab seperti baju, hem, kemeja gamis rok dan lain sebagainya. Katun ima polos memiliki kembaran yang berasal dari keluarga katun juga yaitu katun toyobo. 

Karakteristik Kain Katun Ima

Secara umum kita bisa melihat ciri dan karakteristik katun ima ini, sebagai berikut. Terlihat licin dan sedikit mengkilap sehingga sangat bagus untuk pakaian resmi. Kain adem karena terbuat dari bahan alami. Tekstur dan serta terlihat saling silang.

Kelemahan Kain Katun Ima

Kekurangan dari katun ima yang perlu diketahui adalah bahwa kain katun ima sangat rentan terkena jamur serta apabila direndam dengan deterjen selama lebih dari dua jam dapat merusak kualitas kain. Selain itu, katun ima ini juga mudah kusut.

Kain Maxmara

Kain maxmara sebenarnya hampir sama dengan bahan kain Roberto cavali. Akan tetapi, jika diteliti lebih dalam lagi bahan maxmara lebih halus seperti bahan sutera. Sehingga banyak orang menyebutnya bahwa kain maxmara merupakan kain sutera satin yang halus.

Jenis Kain Maxmara

  1. Maxmara Lux 

Kain maxmara lux, jenis kainnya tergolong yang paling adem, paling lembut dan bahannya juga paling jatuh dibanding dengan jenis maxmara lainnya.

  1. Maxmara Galaxi

Maxmara galaxy memiliki jenis kain yang lebih sedikit berkilau.

  1. Maxmara Polos

Kain maxmara polos jenis kainnya lebih mengkilap. Selain itu, serat kainnya juga terlihat lebih halus dan hampir sama seperti maxmara lux. Sifat kain maxmara juga jatuh.

  1. Maxmara Midi

Kain maxmara midi cenderung memiliki jenis kain yang lebih kaki dan paling kilau. Jika di raba lebih kasar pada bagian dalam kain, namun pada ke dua sisi kain agak kaku.

Karakteristik Kain Maxmara

Kain maxmara adalah jenis kain yang mirip dengan kain satin. Tetapi kain maxmara memiliki tekstur lebih halus dan adem saat dipakai. Kain maxmara sangat nyaman dipakai dan tidak bikin gerah. Kain ini memiliki ciri khusus yaitu bahannya ringan, licin, jatuh dan tidak transparan. Kain tersebut jika di raba permukaannya sangat halus dan jika diperhatikan maka serat kainnya lebih halus dibanding kain satin.

Kelemahan Kain Maxmara

Dalam hal fleksibilitas, jenis kain ini tidak dapat di jahit secara detail karena bahannya yang licin, sehingga dapat merusak bahan. Dalam hal pencucian, bahan maxmara hanya boleh dicuci dengan menggunakan tangan, karena jenis bahanya 100% terbuat dari sutera. Sedangkan proses penyetrikaan juga harus hati- hati, hindari penggunaan suhu yang terlalu panas agar tidak merusak bahan kain.